menetapkan peraturan tentang pelindungan infrastrukturinformasivital. bab i ketentuanumum pasal 1 dalam peraturan presiden ini yang dimaksud dengan
:
Infrastruktur Informasi Vital yang selanjutnya disingkat IIV adalah Sistem Elektronik yang meinanfaatkan teknologi informasi dan/atau teknoiogi operasional, baik berdiri sendiri maupun salirig bergantung dengan Sistem Elektronik lainnya dalam menunjang sektor strategis, yang jika terjadi gangguan, kerusakan, dan/atau kehancuran pada infrastruktur dimaksud berdampak serius terhadap kepentingan umum, pelayanan publik, pertahanan dan keamanan, atau perekonomian nasional. 2. Sistem Elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan; mergirimkan, dan/atai micnyebarkan Informasi Eiektronik. 3. Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, kode akses, simbol, atau perforasi yarg telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya. 4. Keamanan Siber adalah upaya adaptif dan inovatif untuk melindungi seluruh lapisan ruang siber termasuk aset informasi yang ada di dalamnya, dari ancaman dan serangan siber, baik bersifat teknis maupun sosial. 5. Insiden Siber adalah satu atau serangkaian kejadian yang mengganggu atau mengancam berjalannya Sistem Elektronik. 6. Tim Tanggap Insiden Siber adalah sekelompok orang yang bertanggung jawab menangani Insider Siber dalam ruang lingkup yang ditentukan terhadapnya. 7. Kementerian atau Lembaga adalah Instansi Penyelenggara Negara yang bertugas. mengawasi dan mengeluarkan pengaturan terhadap sektornya. 8. Penyclenggara IIV adalahInstansi Penyelenggara Negara, badan usaha, dan/atau organisasi yang memiliki dan/atau mengoperasikan IIV. 9. Instansi Penyelenggara Negara adalah institusi legislatif, eksekutif, dan yudikatif di tingkat pusat dan daerah dan instansi lain yang dibentuk dengan peraturan perundang-undangan. 10. Badar Siber dan Sandi Negara yang selanjutnya discbut Badan adalah lembaga pemerintah yang melaksanakantugas pcmerintahan di bidang keamanan siber dan sandi. Pasal 2 Pengaturan pelindungan IIV bertujuan untuk: a. melindungi keberlangsungan penyelenggaraan IIV secara aman, andal, dan tepercaya; b. mencegah terjadinya gangguan, kerusakan, dan/atau kehancuran pada IIV akibat serangan siber, dan/atau arcaman/kerentanan lainnya; dan c. mneningkatkan kesiapan dalam menghadapi Insiden Siber dan mempercepat pemulihan dari dampak Insiden Siber. Pasal 3 Ruang lingkup pelindungan IV meliputi: a. identifikasi sektor IIV dan IIV; b. penyelengsaraan pelindungan IIV; c. pembinaain danpengawasan penyelenggaraan pelindungan IIV; dan d. koordinasi penyelenggaraan pelindungan IIV. BAB II IDENTIFIKASISEKTOR IIV DANIIV Bagian Kesatu Identifikasi Sektor IIV Pasal 4 (1) Sektor IV meliputi: administrasi pemerintahan; b. energi dan sumber daya mineral; c. transportasi; d. keuangan; e. kesehatan; f. teknologi informasi dan komunikasi; g. pangan; h. pertahanan;dan i. sektor lain yang ditetapkan Presiden. (2) Sektor lain yang ditetapkan oleh Presiden sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hurufi merupakan sektor strategis yang jika terjadi gangguan, kerusakan, dan/atau kehancuran pada IIV dalam sektor dimaksud berdampak serius terhadap kepentingan umum, pelayanan publik, pertahanan dan keamanan, atau perekonomian nasional. (3) Kementerian atau Lembaga dari sekter IIV sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sampai dengan huruf h ditetapkan sebagai berikut: Badan untuk sektor administrasi pemerintahan; b. kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral untuk sektor energi dan sumber daya rnineral; c. kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang transportasi untuk sektor transportasi; d. otoritas pengatur dan pengawas sektor keuangan untuk sektor keuangan; e. kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan untuk sektor kesehatan; f. kementerian yang menyelenggarakan urusan pcmerintahan di bidang komunikasi dan informatika untuk sektor tcknologi informasi dan komunikasi; g. kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian untuk sektor pangan; dan h. kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertahanan untuk sektor pertahanan. Pasal 5 (1) Presiden menetapkan sektor lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dan Kementerian atau Lembaga yang membidangi sektornya atas usulan Kepala Badan. (2) Usulan sektor lai scbagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikar kepada Presiden berdasarkan hasil rapat koordinasi penyclenggaraan pelindungan IIV. (3) Sektor lain dan Kementerian atau Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (l) ditetapkan dengan Keputusan Presiden. Bagian Kedua Identifikasi IIV Pasal 6 (1) Setiap penyelenggara Sistem Elektronik lingkup sektor IIV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) wajib melakukan identifikasi IIV secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. (2) Setiap penyelenggara Sistem Elektronik lingkup sektor IIV wajib melaporkan hasil identifikasi - IIV sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beserta informasi yang relevan kepada Kementerian atau Lembaga. (3) Kementerian atau Lembaga melakukan verifikasi terhadap laporan hasil identifikasi IIV sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (4) Kementerian atau Lembaga
menetapkan
:
A. SISTEM ELEKTRONIK MENJADI IIV; DAN B. PENYELENGGARA SISTEM ELEKTRONIK PADA LINGKUP SEKTOR IIV SEBAGAI PENYELENGGARA IIV, BERDASARKAN HASIL VERIFIKASI LAPORAN IDENTIFIKASI IV SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYAT (3). (5) KETCNTUAN LEBIH LANJUT MENGENAI IDENTIFIKASI IIV, PELAPORAN HASIL IDENTIFIKASI, MEKANISME VERIFIKASI, PENETAPAN IIV, DAN PENETAPAN PENYELENGGARA IIV DIATUR DENGAN PERATURAN BADAN