Nullam dignissim, ante scelerisque the is euismod fermentum odio sem semper the is erat, a feugiat leo urna eget eros. Duis Aenean a imperdiet risus.

Memuat Data Peraturan...

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 31 Tahun 1964

Abstrak Peraturan

Data tidak tersedia

Tentang
:Badan Ekonomi Dan Keuangan
Bentuk Peraturan
:Peraturan Perundang-undangan
Instansi / Pemrakarsa
:Indonesia, Pemerintah Pusat
Otoritas
:Data tidak tersedia
Bentuk
:Peraturan Presiden
Bentuk Singkat
:Perpres
Nomor
:31
Tahun
:1964
Tempat Penetapan
:Jakarta
Tanggal Penetapan
:12 September 1964
Tanggal Pengundangan
:12 September 1964
Tanggal Berlaku
:12 September 1964
Status
:Berlaku
Bahasa
:Bahasa Indonesia
Lokasi
:Pemerintah Pusat
Sumber
:LN. 1964/No. 90, TLN. No. 2678, LLSETKAB : 4 HLM
Status Verifikasi
:
Belum diverifikasi
Sektor Utama
:
Administrasi Pemerintahan & Pembangunan
Subsektor
:
Kelembagaan Negara
Sub Subsektor
:
Struktur & Organisasi
Dokumen (Lampiran)

Peraturan Terkait

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 24 Tahun 1960

Tidak ada abstrak atau deskripsi untuk peraturan ini.

Baca selengkapnya

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 Tahun 1959

Tidak ada abstrak atau deskripsi untuk peraturan ini.

Baca selengkapnya

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 31 Tahun 1964
TENTANG
BADAN EKONOMI DAN KEUANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang
:
a.
bahwa berhubung dengan pembentukan Kabinet Dwikora serta terbentuknya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan Badan Pemeriksa Keuangan gaya baru perlu meninjau kembali tugas dan susunan Dewan Ekonomi dan Pembangunan berdasarkan Peraturan─peraturan Presiden Republik Indonesia No. 15 tahun 1959 dan No. 24 tahun 1960;
Mengingat
:
1.
Pasal 4 ayat 1 Undang─undang Dasar;
2.
Pasal 22 Undang─undang No. 11 tahun 1953;
3.
Penetapan Presiden Republik Indonesia No. 12 tahun 1963 (disempurnakan);
4.
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang─undang No. 6 tahun 1964;
5.
Keputusan─keputusan Presiden Republik Indonesia No. 215, No. 72/PLM. T dan No. 20/KO.T.O.E. tahun 1964;

MEMUTUSKAN:

peraturan presiden republik indonesia tentang badan ekonomi dan keuangan sebagai berikut
:
menetapkan
:
Dengan mencabut Peraturan─peraturan Presiden Republik Indonesia No. 15 tahun 1959 dan No. 24 tahun 1960;
Pasal 1
Untuk mengusahakan penyelesaian soal─soal di bidang ekonomi dan keuangan oleh Kabinet Republik Indonesia secara terkoordinasi dibentuk sebuah Badan Ekonomi dan Keuangan, yang dapat disebut dengan singkat B.E.K.
Penjelasan Pasal:
Urgensi pembentukan B.E.K. terdapat a.1. karena: a. terbentuknya Kabinet Dwikora dengan' Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 215 tahun 1964 b. perbedaan kedudukan Dewan Perancang Nasional (DEPERNAS) dulu (=kekuasaan perencanaan) dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( BAPENAS) sekarang (= bagian dari kekuasaan eksekutif), sebagaimana dikemukakan dalam "Ambeg Parama Arta" (Amanat Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara, Mei 1963); c. dibentuknya Badan Pemeriksa Keuangan gaya baru dengan dipimpin oleh seorang Ketua berkedudukan Menteri Koordinator. Pasal-pasa] 3 dan 4. Dalam menetapkan susunan b. E.K. dijaga agar supaya jumlah anggotanya tidak menjadi terlalu besar, sehingga menunggu keiancaran pekerjaan, dan untuk itu diadakan: a. B. E.K.Intiyang beranggotakan 17, b. B. E.K. Paripurna,.yang beranggotakan segenap Menteri di bidang ekonomi dan keuangan.
Pasal 2
b. E.K. terdiri dari:
a.
suatu Sidang Inti dan
b.
suatu Sidang Paripurna
Pasal 3
(1)
Sidang Inti B.E.K. terdiri dari:
1.
Wakil Perdana Menteri III atas nama Presidium Kabinet selaku Ketua merangkap Anggota,
2.
Menteri Koordinator Keuangan selaku Wakil Ketua merangkap Anggota,
3.
Menteri koordinator Luar Negeri/Hubungan Ekonomi Luar Negeri selaku Anggota.
4.
Menteri Koordinator Distribusi selaku Anggota,
5.
Menteri Koordinator Pembangunan selaku Anggota,
6.
Menteri Koordinator Pertanian/Agraria selaku Anggota,
7.
Menteri Koordinator/Ketua Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan selaku Anggota,
8.
Menteri Koordinator Urusan Perencanaan Pembangunan Nasional selaku Anggota,
9.
Menteri/Penasehat Presiden/Perdana Menteri Urusan Pengerahan Funds and Forces selaku Anggota,
10.
Menteri Urusan Pendapatan, Pembiayaan dan Pengawasan selaku Anggota,
11.
Menteri Urusan Anggaran Negara selaku Anggota,
12.
Menteri Urusan Bank Sentral/Gubernur Bank Indonesia selaku Anggota,
13.
Menteri Perdagangan selaku Anggota,
14.
Menteri Negara/Menteri─menteri Negara diperbantukan Presidium Kabinet selaku Anggota,
15.
Presiden Direktur, Bank Pembangunan Indonesia selaku Anggota,
16.
Sekretaris Umum Staf Komando Tertinggi Operasi Ekonomi selaku Anggota.
17.
Menteri/Sekretaris Presidium Kabinet selaku Sekretaris merangkap Anggota.
(2)
Para Menteri Koordinator dan Menteri lainnya dapat menghadiri sidang─sidang Inti B.E.K. atas undangan Ketua.
Pasal 4
(1)
Sidang Paripurna B.E.k. terdiri dari:
a.
sidang Inti B.E.K. tersebut pada pasal 3 ayat (1);
b.
para Menteri lain dalam Kompartimen─kompartimen Distribusi, Pembangunan dan Pertanian dan Agraria, yang tidak tersebut pada pasal 3 ayat (1);
c.
para Anggota lain dari Direksi─direksi Bank Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia, yang tidak tersebut pada Pasal 3 ayat (1).
(2)
Para Menteri Koordinator dan Menteri lainnya dapat menghadiri sidang─sidang Paripurna B.E.K. atas undangan Ketua.
Pasal 5
b. E.K. bertugas:
1.
merumuskan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang─bidang ekonomi dan keuangan dengan mengindahkan petunjuk─petunjuk Presiden;
2.
menyiapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada d. P.R.;
3.
menyiapkan Amanat─amanat Presiden Republik Indonesia kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara mengenai pembangunan;
4.
melakukan koordinasi dan pengawasan tertinggi dari segala usaha/kegiatan Pemerintah dalam bidang─bidang ekonomi dan keuangan atas nama Presiden Republik Indonesia;
5.
melaksanakan tugas Dewan Moneter termaksud dalam pasal 22 Undang─undang No. 11 tahun 1953 tentang Bank Indonesia.
Penjelasan Pasal:
Tugas B.E.K. yalah melanjutkan pekerjaan Panitia xIII, yang dulu dikerjakan oleh: 1. Dewan Ekonomi i dan Pembangunan (soal-soal ekonomi dan pembangunan) Dewan Moneter (soal-soal moneter) dan -Moneter (soal-soal ekonomi, Keuangan-moneter dan pembangunan, termasuk soal Anggaran Negara). Tugas B.E.K. tsb. di atas berbeda dengan tugas Komando Operasi Tertinggi Ekonomi (KoTOE) yang ditetapkan dalam Keputusan Presiden Repub1ik Indonesia No. 72/PLM.T.tahun 1964,yaitu B.E.K. merupakan "brain-trust" Pemerintah dalam bidang-bidang ekonomi dan keuangan-moneter, sedang pelaksanaandaripada hasil-hasil karyanya disalurkan secara routine melalui Menteri-Menteri Koordinator dan Menteri-menteri yangbersangkutan; KOTOE merupakan "pendobrak"Pemerintah untuk mengatasi secara khusus (a.1.dengan kesatuan-kesatuan Operasi atau KESOP) kesulitan-kesulitan yang dihadapi idibidang-bidang ekonomi dan moneter pada taraf Revolusi Indonesia sekarang terutama dalam rangka perjoangan mengganyang "Malaysia" pengawas atas pelaksanaan tindakan-tindakan Pemerintah dalam mengatasi kesulitan-kesulitan termaksud. Untuk mencapai kerjasama yang harmonis antara B.E.K. dan KoToE Sekretaris Umum Staf KoToE dimasukkan sebagai anggota B.E.K. sedang sebaliknya beberapa Menteri/Anggota B.E.K. sudah didudukan didalam KOTOE.
Pasal 6
Untuk mempersiapkan sesuatu pekerjaan dan/atau untuk memecahkan sesuatu soal yang khusus dalam bidang─bidang ekonomi dan keuangan yang meliputi berbagai Kompartimen/Departemen, oleh B.E.K. dapat dibentuk panitia─panitia/team─team khusus.
Penjelasan Pasal:
Panitia-panitia/team-team ini bersifat teknis. Putusan (politis) tentang hasiT karyanya diambil oleh B.E.K., Pimpinan B.E.K. atau Presidium Kabinet.
Pasal 7
Sekretariat B.E.K. diselenggarakan oleh Sekretariat Presidium Kabinet.
Penjelasan Pasal:
Untuk Kesederhanaan organisasi Aparatur Negara maka Sekretariat B.E.K. diselenggarakan olehSekretariat Presidium Kabinet.
Pasal 8
Segala sesuatu yang berkenaan dengan pelaksanaan Peraturan Presiden ini ditetapkan oleh Presidium Kabinet setelah mendengar b. E.K.
Penjelasan Pasal:
Untuk mempercepat pekerjaan B.E.K. maka pelaksanaan Peraturan Presiden ini dipercayakan kepada Presidium Kabinet yang bertugas melaksanakan dan mengkoordinir pekerjaan Pemerintahan sehari-hari atas nama dan petunjuk Presiden/Perdana Menteri.
Pasal 9
Segala biaya untuk keperluan B.E.K. dibebankan atas anggaran belanja Presidium Kabinet.
Penjelasan Pasal:
Untuk kesederhanaan administrasi Aparatur Negara maka biaya untuk keperluan B.E.K. dibebankan atas anggaran belanja Presidium
Pasal 10
Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada hari ditetapkannya.
Penjelasan Pasal:
Cukup jelas.
Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Peraturan Presiden ini dengan penempatan dalam
Lembaran─Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 12 September 1964.
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Ttd.
SUKARNO.
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 12 September 1964
WAKIL
SEKRETARIS NEGARA
Ttd.
SANTOSO S.H.
Brig. Jend. T.N.I.
Penjelasan Umum
Sebagaimana diketahui, maka setelah diadakan regrouping Kabinet Kerja dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.232 tahun 1963, untuk menyelesaikan soal-soal di bidang-bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan dibentuk Panitia XIII, yang sementara tidak didasarkan atas sesuatu Peraturan Negara untuk melihat dulu perkembangannya lebih lanjut, dan memperoleh pengalaman. Keadaan yang demikian itu berlangsung juga setelah terbentuknya Kabinet Dwikora berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.215 tahun 1964.
Sampai sekarang maka Panitia XIII telah menyelesaikan pelbagai soal yang dulu dikerjakan oleh:
1. Dewan Ekonomi dan Pembangunan, yang dibentuk dengan Keputusan-keputusan Presiden No.15 tahun 1959 jo No.24 tahun 196, yang hingga kini belum dicabut;
2. Dewan Moneter termaksud dalam pasal 22 Undang-undang Pokok Bank Indonesia (Undang-undang No. 11 tahun 1953), yang hingga kini dibeku berlakunya;
3.Dewan Pembangunan termaksud dalam pasal 9 Undang-undang tentang Bank Pembangunan Indonesia (Undang-undang No. 21 Prp tahun 1960), sebelum dibentuknya Dewan Pembangunan gaya baru dengan Keputusan Presiden No. 93 tahun 1964,
4.Dewan Menteri (Kabinet) dalam segala soal ekonomi, keuangan dan pembangunan, termasuk soal Anggaran Negara (routine dan pembangunan).
Kini dipandang sudah tibalah waktunya untuk membentuk suatu Badan Ekonomi dan Keuangan (B.E.K.) dengan Peraturan Presiden, yang mengganti dan melanjutkan pekerjaan Panitia XIII yang ada sekarang, guna mennyelesaian soal-soal di bidang-bidang ekonomi dan keuangan secara terkoordinasi oleh Kabinet.

Paper Terkait

Belum ada paper terkait untuk peraturan ini.

Berita Terkait

UU Satu Data Indonesia Disahkan, Perpres 39/2019 Disebut Bertransformasi
21 Okt 2026

UU Satu Data Indonesia Disahkan, Perpres 39/2019 Disebut Bertransformasi

DPR mengesahkan UU Satu Data Indonesia (20 bab, 141 pasal) pada 6 Oktober 2026, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas menyebutnya transformasi dari Perpres 39/2019 menjadi undang-undang. Bunyi pasal yang mencabut atau mempertahankan Perpres itu belum dapat diverifikasi dari sumber terbuka, dan Perpres 39/2019 masih tercatat berlaku per 21 Oktober 2026.

Baca selengkapnya
Aksi Pencambukan di KPPG Bogor, Korwil SPPG Purwakarta Dicopot dan Disidang Etik
19 Okt 2026

Aksi Pencambukan di KPPG Bogor, Korwil SPPG Purwakarta Dicopot dan Disidang Etik

Koordinator Wilayah SPPG Purwakarta diduga mencambuk Kepala SPPG Purwakarta di area Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor pada 14 Oktober 2026, dan rekamannya viral di media sosial. Terduga pelaku sudah dicopot dari jabatannya, sedangkan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadwalkan sidang etik di kantor pusat pada 19 Oktober 2026.

Baca selengkapnya
Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Terbanyak dalam Sejarah
19 Okt 2026

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Terbanyak dalam Sejarah

Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2 Oktober 2026, jumlah terbanyak sepanjang sejarah lembaga itu. Jumlah tersebut dimungkinkan oleh UU Nomor 64 Tahun 2024, yang menghapus batas sembilan anggota dalam aturan sebelumnya.

Baca selengkapnya
Purbaya Diberhentikan, Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu Berdasarkan Keppres 97/P Tahun 2026
15 Sep 2026

Purbaya Diberhentikan, Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu Berdasarkan Keppres 97/P Tahun 2026

Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dan melantik Suahasil Nazara sebagai penggantinya di Istana Negara pada Senin (14/9/2026), berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026. Pergantian di tengah masa jabatan ini menjadi sorotan hukum tata negara karena bersandar pada hak prerogatif Presiden dan dilakukan tanpa penyebutan alasan resmi.

Baca selengkapnya
AI ikut berkampanye: Tantangan Pemilu 2029
03 Sep 2026

AI ikut berkampanye: Tantangan Pemilu 2029

Penggunaan AI menjadi tantangan baru bagi Pemilu 2029 karena deepfake dapat digunakan untuk menyebarkan disinformasi dan memanipulasi pemilih. Fenomena ini telah terjadi di Taiwan pada Pemilu 2024, sementara aturan Pemilu Indonesia belum secara spesifik mengatur konten politik berbasis AI. Karena itu, diperlukan AI disclosure melalui pelabelan konten yang dibuat atau dimodifikasi secara material menggunakan AI, demi menjamin transparansi bagi pemilih.

Baca selengkapnya
Memuat konsolidasi…