Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 1960
TENTANG NASIONALISASI PERUSAHAAN N.V. K.P.M. DI INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang
:
a.
bahwa dalam rangka pelaksanaan nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda yang ada dalam wilayah Republik Indonesia, dengan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 1959 beberapa perusahaan-perusahaan maritim milik Belanda telah dikenakan nasionalisasi;
b.
bahwa untuk menyelesaikan segala sesuatunya yang bertalian dengan perusahaan
V.
K.P.M. (KoninkiijkePaketvaart Maatschappij) di Indonesia, dipandang perlu milik perusahaan tersebut dikenakan nasionalisasi; Mengingat_:
d.
Undang-undangNo. 86 tahun 1958 (Lembaran-Negara tahun 1958 No. 162) tentang Nasionalisasi Perusahaan Belanda;
e.
Peraturan Pemerintah No.2 tahun 1959 (Lembaran Negara tahun 1959 No. 5) tentang _pokok-pokok pelaksanaan Undang-undang Nasional Perusahaan BeTanda;
f.
Peraturan Pemerintah No.3 tahun 1959 (Lembaran-Negara_tahun 1959 No. 6) tentang PembentukanBadan Nasionalisasi Perusahaan Beianda;
g.
Keputusan Perdana Menteri No. 12/P.M./1958 tangga1 4 Maret 1958;
Mengingat
:
1.
Pasal 5 ayat (2) Undang-undang Dasar;
2.
Undang-undangNo. 86 tahun 1958 (Lembaran-Negara tahun 1958 No. 162) tentang Nasionalisasi Perusahaan Belanda;
3.
Peraturan Pemerintah No.2 tahun 1959 (Lembaran Negara tahun 1959 No. 5) tentang _pokok-pokok pelaksanaan Undang-undang Nasional Perusahaan BeTanda;
4.
Peraturan Pemerintah No.3 tahun 1959 (Lembaran-Negara_tahun 1959 No. 6) tentang PembentukanBadan Nasionalisasi Perusahaan Beianda;
5.
Keputusan Perdana Menteri No. 12/P.M./1958 tangga1 4 Maret 1958;
MEMUTUSKAN:
menetapkan
:
PERATURAN PEMERINTAH TENTANG NASIONALISASI MILIK PERUSAHAAN N. V.K.P.M. (KONINKLIJKE PAKETVAART MAATSCHPPIJ) YANG BERADA DIWILAYAH REPUBLIK INDONESIA
Pasal 1
Milik perusahaan N.V. K.P.M. (Koninklijke Paketvaart Maatschappij) yang berada diwilayah Republik Indonesia dikenakan nasionalisasi.
Pasal 2
(1)
Nasionalisasi termaksud dalam peraturan ini meliputi Kantor Pusat beserta seluruh Bagian-bagian dan Cabang dari perusahaan yang bersangkutan di Indonesia.
(2)
Dengan pengundangan Peraturan Pemerintah ini Panitia Penguasa N.V. Koninklijke Paketvaart Maatschappij yang dibentuk dengan Surat Keputusan Perdana Menteri Repubiik Indonesia No. 12/PM/KB/1958 tertangga1 4 Maret 1958 dinyatakan bubar dan segala sesuatunya yang bertalian dengan pekerjaan Panitia tersebut dan pelaksanaan peraturan ini kearah likwidasi perusahaan termaksud diserahkan kepada Menteri Perhubungan Laut.
Pasal 3
Peraturan Pemerintah ini dapat disebut "Peraturan Pemerintah Nasional.
Pasal 4
1Pemerintah mulai berlaku pada hari diundangkan dan berlaku surut sampai tanggal 3 Desember 1957.
Agar supaya setiap orang dapat mengetahui, memerintahkan pengundangan'Peraturan'Pemerintah' ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
tanggal 24September
Presiden Republik Indonesia
Ttd.
SOEKARNO
Diundangkan di Jakarta
pada tangga1 24 September 1960.
Sekretaris Negara,
TAMZIL
Penjelasan Umum
Peraturan Pemerintah ini merupakan kelanjutan dari pada
Peraturan Pemerintah No.
tahun 1959 yang telah menasionalisasikan sebanyak delapan perusahaan-perusahaan maritim milik Belanda sebagai pelaksanaan dari pada Undang-undang Nasionalisasi Perusahaan Belanda (Undang-undang No. 2 tahun i958) serta Peraturan Pemerintah tentang pokok-pokok Undang-undang Nasionalisasi tersebut'(Peraturan Pemerintah No.2 tahun 1959).
Sebagaimana diketahui dalam rangka perjuangan mengembalikan Irian Barat, N.V. K.P.M. tidak pula iuput dari pengambilan alih dilakukan oleh Pemerintah.
0leh karena berdasarkan keputusan Pemerintah kapal-kapal milik perusahaan itu tidak lagi diperkenankan melakukan peTayaran diperairan Indonesia dan dengan demikian kapal-kapai tersebut harus meninggalkan perairan Indonesia, maka penguasaan yangdilakukan ōleh Pemerintah tinggai merupakan penguasaan atas milik perusahaan tersebut yang berada didarat.
Untuk menyelenggarakan penguasaan itu dengan surat Keputusan Perdana Menteri Republik Indonesia 12/P.M./KB/1958 tertanggal 1 Maret 1958 Pemerintah membentuk suatu panitia khusus dengan nama Panitia Penguasa N.V. K.P.M. Sesuai dengan politik Pemerintah, buruh dan materiai N.V.
k. P.M. diserahkan kepada P.T. Peini untuk dipergunakan. Mengenai buruhnya ternyata hanya kurang-Tebih 5.ooo orang saja yang dapat dipekerjakan pada P.T. Pelni, sedangkan sisanya sebanyak kurang-Tebih 3.000 orang harus dicarikan lapangan pekerjaan dilain-lain perusahaan.
Khusus untuk menyelesaikan persoalan perburuhan itu dengan SuratKeputusan BersamaMenteri Muda Perhubungan Laut dan Menteri Muda Perburuhan tanggaT 13 Desember 1959 TH. 3/18/20 No. 8602/390/KHP membentuk Panitia Interdepartemental Penyelesaian Buruh
n. V. K.P.M. sehingga dengan demikian PanitiaPenguasa N.V. K.P.M., yang seteiah terjadi pengoperan buruh dan materialnya oleh Pemerintah kepada Peini, hanya mengerjakan pekerjaan-pekerjaanyang sedang berjaian, tidak lagidiperlukansehinggaperlu dibubarkan.
Segala pekerjaan Panitia tersebut dan hal-hal yang bertalian pelaksanaan peraturan ini ditampungoleh Perhubungan Laut.
Untuk penyelesaian material-material N.V.
k. P.M. di Indonesia maka pada waktunya perlu perusahaan tersebut dilikwidasikan.
Tetapi oleh karena N.V. K.P.M. adalah sesuatu perusahaan Belanda yang berkedudukan di Amsterdam(di Indonesia hanya merupakan Cabang yang dipimpin oleh suatu Direksi yang bertindak atas instruksi-instruksi dari Amsterdam), maka iikwidasi itu didahului oleh tindakan nasionalisasi.
Paper Terkait
Belum ada paper terkait untuk peraturan ini.
Berita Terkait
29 Okt 2026
Pemerintah Tanggung Penuh PPN Tiket Pesawat Domestik Kelas Ekonomi untuk Libur Nataru
Pemerintah menanggung 100 persen PPN atas tarif dasar dan fuel surcharge tiket pesawat domestik kelas ekonomi untuk penerbangan 22 Desember 2026 sampai 10 Januari 2027, dengan syarat tiket dibeli sejak 20 Oktober 2026. Aturannya dimuat dalam PMK Nomor 77 Tahun 2026, dan maskapai wajib membuat faktur pajak serta menyampaikan daftar rincian transaksi ke Direktorat Jenderal Pajak paling lambat 31 Maret 2027 agar fasilitas tidak gugur.
MSCI Usulkan Status Pasar Saham Indonesia Turun ke Standalone, IHSG Anjlok 11,57 Persen
MSCI mengusulkan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market, kategori yang juga memuat Zimbabwe, sehingga IHSG ditutup anjlok 11,57 persen pada 16 Oktober 2026. Konsultasi terbuka hingga 30 April 2027 dan keputusan akhir diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.
Penawaran Tender Wajib Saham DOOH Dipatok Rp148, Jauh di Bawah Harga Pasar
Pengendali baru PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) membuka penawaran tender wajib atas saham publik seharga Rp148 per saham. Harga itu sekitar 59 persen di bawah harga penutupan saham DOOH di bursa.
Dilema BEI Mengejar Target 50 IPO di Tengah Volatilitas Pasar
Realisasi IPO BEI pada 2026 masih jauh dari target 50 perusahaan, dengan hanya 7 perusahaan yang melantai hingga akhir Juli. Kondisi ini mendorong BEI mempertimbangkan revisi target di tengah volatilitas pasar. Namun, upaya meningkatkan jumlah IPO tetap perlu diimbangi dengan keterbukaan informasi, akuntabilitas emiten, dan perlindungan investor agar efisiensi pasar tidak mengorbankan kualitas perusahaan tercatat.
Perubahan UU P2SK Disahkan, Keadilan Restoratif Kini Bisa Ditempuh hingga Tahap Persidangan
Pemerintah resmi mengundangkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) pada 17 Juni 2026. Undang-undang ini memperkenalkan mekanisme keadilan restoratif untuk perkara pidana di sektor jasa keuangan, sekaligus menata ulang kewenangan penyidik Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Teks peraturan yang sudah menggabungkan seluruh perubahannya, lengkap dengan riwayat tiap
pasal, sedang kami siapkan.
Syarat dan Ketentuan
Harap baca dan setujui ketentuan penggunaan sebelum melanjutkan.
Peta Hukum adalah platform informasi dan teknologi hukum.
Informasi yang tersedia bukan nasihat hukum profesional dan tidak menggantikan konsultasi dengan advokat atau sumber resmi pemerintah.
Anda tetap bertanggung jawab untuk memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum menggunakannya
untuk kepentingan hukum, akademik, administratif, atau pengambilan keputusan lainnya.
Penting:
Tindakan mengklik tombol persetujuan merupakan bentuk pernyataan kehendak yang sah dan mengikat secara hukum.
Persetujuan tersebut memiliki kekuatan hukum yang setara dengan tanda tangan basah pada dokumen tertulis sehingga menimbulkan hubungan kontraktual antara Pengguna dan Perusahaan.