Nullam dignissim, ante scelerisque the is euismod fermentum odio sem semper the is erat, a feugiat leo urna eget eros. Duis Aenean a imperdiet risus.

Memuat Data Peraturan...

Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 1952

Abstrak Peraturan

Data tidak tersedia

Tentang
:Penunjukan Jawatan Regi Garam Sebgai Perusahaan I.B.W. Dengan Nama Baru "Perusahaan Garam Dan Soda Negeri
Bentuk Peraturan
:Peraturan Perundang-undangan
Instansi / Pemrakarsa
:Indonesia, Pemerintah Pusat
Otoritas
:Data tidak tersedia
Bentuk
:Undang-Undang
Bentuk Singkat
:UU
Nomor
:14
Tahun
:1952
Tempat Penetapan
:Jakarta
Tanggal Penetapan
:26 September 1952
Tanggal Pengundangan
:03 Oktober 1952
Tanggal Berlaku
:03 Oktober 1952
Status
:Berlaku
Bahasa
:Bahasa Indonesia
Lokasi
:Pemerintah Pusat
Sumber
:LN.1952/NO.66, TLN NO.293, LL SETNEG : 2 HLM.
Status Verifikasi
:
Belum diverifikasi
Sektor Utama
:
Keuangan, Moneter, dan Fiskal
Subsektor
:
BUMN, BUMD & Kekayaan Negara/Daerah Dipisahkan
Sub Subsektor
:
Tata Kelola & Restrukturisasi BUMN
Dokumen (Lampiran)

Peraturan Terkait

Belum ada peraturan terkait untuk data ini.

Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 1952
TENTANG
PENUNJUKAN JAWATAN REGI GARAM SEBGAI PERUSAHAAN I.B.W. DENGAN NAMA BARU "PERUSAHAAN GARAM DAN SODA NEGERI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang
:
a.
bahwa berhubung dengan berubahnya tugas Jawatan Regi Garam dianggap perlu menyatakan Regi Garam dan Perusahaan Garam dalam suatu Perusahaan I.B.W. yang besar, agar supaya diperoleh susunan komersil dari kedua organisasi itu;
Mengingat
:
1.
pasal 89 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia;

MEMUTUSKAN:

menetapkan
:
UNDANG-UNDANG TENTANG PENUNJUKAN JAWATAN REGI GARAM SEBAGAI PERUSAHAAN I.B.W.DENGAN NAMA BARU,"PERUSAHAAN GARAM DAN SODA NEGERI"
Pasal 1
Peraturan penunjukan Perusahaan Garam Negeri sebagai yang termaktub dalam Staatsblad 1936 No.711 dicabut.
Penjelasan Pasal:
Kini Jawatan Regi Garam terdiri dari Perusahaan Garam Negeri di Madura, yang merupakan suatu perusahaan I.B.W., dan Regi yang bersifat jawatan biasa.
Pasal 2
"Regi Garam dan Perusahaan Garam Negeri" disatukan dalam satu perusahaan berdasarkan Staatsblad 1927 No. 419 dengan nama"Perusahaan Garam dan Soda Negeri".
Penjelasan Pasal:
Kini Jawatan Regi Garam terdiri dari Perusahaan Garam Negeri di Madura, yang merupakan suatu perusahaan I.B.W., dan Regi yang bersifat jawatan biasa.
Pasal 3
Neraca permulaan pada tanggal 1 Januari 1952, seperti dimaksudkan dalam pasal 14 Staatsblad 1927 No. 419, dari"Perusahaan Garam dan Soda Negeri",akan ditetapkan kemudian dengan undang-undang.
Penjelasan Pasal:
Neraca permulaan itu baru dapat disusun setelah tata usaha mengenai tahun 1951 dari kedua bagian Jawatan Regi Garam dapat diselesaikan; hal ini masih akan memerlukan waktu yang agak panjang.
Pasal 4
Persentasi bunga atas kapital, seperti dimaksudkan dalam pasal 4, ayat la, Staatsblad 1927 No. 419, akan ditetapkan kemudian dengan undang-undang bersama-sama dengan neraca permulaan yang dimaksudkan dalam pasal 3 diatas.
Penjelasan Pasal:
Persentasi bunga dan persentasi penghapusan harga milik tersebut itu, perlu ditetapkan bersama-sama dengan neraca permulaan.
Pasal 5
Penghapusan harga (afschrijving) pada milik "Perusahaan Garam dan Soda Negeri" kecuali dalam keadaan yang luar biasa, dihitung berdasarkan nilai perusahaan dan lamanya tempo pemakaian (bedrijfswaarde en gebruiksduur), sedang buat satu golongan barang-barang sejenis, penghapusan harga itu ditetapkan menurut persentasi rata-rata.
Penjelasan Pasal:
Persentasi bunga dan persentasi penghapusan harga milik tersebut itu, perlu ditetapkan bersama-sama dengan neraca permulaan.
Pasal 6
Buat tahun 1952 sampai dengan 1956 ditetapkan golongan barang-barang sejenis sebagai berikut : Lapangan-lapangan, jalan-jalan dan bangunan-bangunan tanah; Bangunan-bangunan pengairan tetap dipelabuhan-pelabuhan; Gedung-gedung; Mesin-mesin, instalasi penerangan dan pengeringan; Alat-alat pengangkutan disungai serta terusan-terusan dipegaraman; Alat-alat pengangkutan dilaut; Kereta-api decauville dan lain-lain alat pengangkutan didarat; Barang-barang inventaris. Persentasi penghapusan harga akan ditetapkan dengan undang- undang, bersama-sama dengan neraca permulaan dan persentasi bunga yang dimaksudkan dalam pasal-pasal 3 dan 4 dalam undang-undang ini.
Penjelasan Pasal:
Persentasi bunga dan persentasi penghapusan harga milik tersebut itu, perlu ditetapkan bersama-sama dengan neraca permulaan.
BAB VII
BARANG-BARANG INVENTARIS
Pasal 7
Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan dan berlaku surat sampai tanggal 1 Januari 1952.
Penjelasan Pasal:
Tahun buku perusahaan I.B.W. adalah sama dengan tahun almanak (kalenderjaar) menurut pasal 5 I.B.W. LN1952/66;TLNNO.293
Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintah pengundangan undang-
undang ini dengan penempatan dalam
Lembaran Negara Republik Indonesia.
Disahkan di Jakarta
pada tanggal 26 September 1952.
Presiden Republik Indonesia,
SOEKARNO.
Menteri Keuangan,
SUMITRO DJOJOHADIKUSUMO.
Diundangkan
pada tanggal 3 Oktober 1952.
Menteri Kehakiman,
LOEKMANWIRIADINATA.
Penjelasan Umum
Sebagaimana diketahui, maka mulai 27 Desember 194 Pemerintah tidak melakukan penjualan candu isap lagi. Berhubung dengan itu, maka Jawatan Regi Candu dan Garam telah dirobah menjadi Jawatan Regi Garam. Pabrik Candu yang dahulu (perusahaan I.B.W.) sementara ini telah berobah sifatnya menjadi pabrik alat-alat pembungkus seperti: tubes untuk keperluan obat-obatan gosok gigi, cat, dan sebagainya (dapat mencukupi keperluan Indonesia seluruhnya, sehingga tidak perlu mengimport tubes lagi), peti-peti pengepak tubes dan sebagainya, dan karung-karung sisal-jerami pembungkus garam. Perusahaan Garam Negeri (perusahaan I.B.W.) kini telah dapat membuat garam melebihi kebutuhan seluruh Indonesia, sehingga sebagian dapat diexport. Di samping itu kini Jawatan Regi Garam diberi tugas membuat soda caustic dari garam kelebihan itu. Dengan demikian maka sifat perusahaan Jawatan Regi Garam menjadi lebih kuat, sehingga dianggap perlu menunjuk Jawatan itu sebagai perusahaan I.B.W., juga agar supaya diperoleh susunan komersil. PENJELASAN

Paper Terkait

Belum ada paper terkait untuk peraturan ini.

Berita Terkait

Pemerintah Tanggung Penuh PPN Tiket Pesawat Domestik Kelas Ekonomi untuk Libur Nataru
29 Okt 2026

Pemerintah Tanggung Penuh PPN Tiket Pesawat Domestik Kelas Ekonomi untuk Libur Nataru

Pemerintah menanggung 100 persen PPN atas tarif dasar dan fuel surcharge tiket pesawat domestik kelas ekonomi untuk penerbangan 22 Desember 2026 sampai 10 Januari 2027, dengan syarat tiket dibeli sejak 20 Oktober 2026. Aturannya dimuat dalam PMK Nomor 77 Tahun 2026, dan maskapai wajib membuat faktur pajak serta menyampaikan daftar rincian transaksi ke Direktorat Jenderal Pajak paling lambat 31 Maret 2027 agar fasilitas tidak gugur.

Baca selengkapnya
MSCI Usulkan Status Pasar Saham Indonesia Turun ke Standalone, IHSG Anjlok 11,57 Persen
19 Okt 2026

MSCI Usulkan Status Pasar Saham Indonesia Turun ke Standalone, IHSG Anjlok 11,57 Persen

MSCI mengusulkan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market, kategori yang juga memuat Zimbabwe, sehingga IHSG ditutup anjlok 11,57 persen pada 16 Oktober 2026. Konsultasi terbuka hingga 30 April 2027 dan keputusan akhir diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Baca selengkapnya
Penawaran Tender Wajib Saham DOOH Dipatok Rp148, Jauh di Bawah Harga Pasar
07 Okt 2026

Penawaran Tender Wajib Saham DOOH Dipatok Rp148, Jauh di Bawah Harga Pasar

Pengendali baru PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) membuka penawaran tender wajib atas saham publik seharga Rp148 per saham. Harga itu sekitar 59 persen di bawah harga penutupan saham DOOH di bursa.

Baca selengkapnya
Dilema BEI Mengejar Target 50 IPO di Tengah Volatilitas Pasar
03 Sep 2026

Dilema BEI Mengejar Target 50 IPO di Tengah Volatilitas Pasar

Realisasi IPO BEI pada 2026 masih jauh dari target 50 perusahaan, dengan hanya 7 perusahaan yang melantai hingga akhir Juli. Kondisi ini mendorong BEI mempertimbangkan revisi target di tengah volatilitas pasar. Namun, upaya meningkatkan jumlah IPO tetap perlu diimbangi dengan keterbukaan informasi, akuntabilitas emiten, dan perlindungan investor agar efisiensi pasar tidak mengorbankan kualitas perusahaan tercatat.

Baca selengkapnya
Perubahan UU P2SK Disahkan, Keadilan Restoratif Kini Bisa Ditempuh hingga Tahap Persidangan
02 Jul 2026

Perubahan UU P2SK Disahkan, Keadilan Restoratif Kini Bisa Ditempuh hingga Tahap Persidangan

Pemerintah resmi mengundangkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) pada 17 Juni 2026. Undang-undang ini memperkenalkan mekanisme keadilan restoratif untuk perkara pidana di sektor jasa keuangan, sekaligus menata ulang kewenangan penyidik Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca selengkapnya
Memuat konsolidasi…